Our site is
Maintenance

Wednesday, June 12, 2019

Humanisme dan Sesudahnya


HUMANISME ADALAH sebuah topik yang 'licin'. Kata itu bukanlah sebuah istilah dengan pengertian tunggal yang mudah disepakati. Orang kebanyakan di Indonesia menganggap istilah ini sesuatu yang asing yang dicangkokkan ke dalam bahasa kita. Kalangan religius, khususnya yang me-yakini eksklusivitas jalan keselamatan menurut doktrin mereka, menganggap humanisme sebagai musuh berbahaya
yang harus ditangkal. Sebaliknya, bagi mereka yang merasa tercekik oleh doktrin-doktrin fanatik agama humanisme merupakan lorong pembebasan yang memberi mereka nafas untuk hidup.

Topik humanisme juga sangat dekat dengan kita jika kita menginsafi bahwa para pendiri negara kita memandang penting paham ini untuk mewadahi pluralisme masyarakat kita dan mencantumkannya sebagai sila ke-2 Pancasila (Kemanusiaan yang adil dan beradab ). Begitu dekat sekaligus begitujauhnya kita dari paham ini, begitu kaburnya di kepala orang banyak, sehingga kita memuji atau mencercanya tanpa mengerti apa yang kita puji dan cerca serta mengapa kita puji dan cerca.

Humanisme dan Sesudahnya
PDF 2MB
Jika link rusak silakan lapor melalui halaman Contact Form.