Our site is
Maintenance

Saturday, April 6, 2019

Izinkan Bunda Menangis


“Kesabaranku sudah habis mas…!” Aku sengaja memilih kata-kata itu untuk memulai pembicaraan agar suamiku tidak menjawab dengan kata-kata klisenya: “Sabar dik, yang sabar…”. Ternyata benar, sesuai harapanku, dengan tersenyum Mas Damar menjawab beda, “Aduh, gawat banget! Harus segera belanja kesabaran nih!” Mas Damar mencoba berkelakar untuk menenangkanku. Aku diam saja memandangnya tajam.

Percakapan antara sepasang suami istri di atas adalah sepenggal kisah dari cerpen “Senyum Tanpa Gigi” yang ditulis dengan mengangkat karakter tokoh yang ada di sekitar penulis. Nur Muhammadian, salah satu penulis yang aktif di komunitas menulis PNBB dan FLP Malang, kembali menerbitkan e-book keduanya dengan judul “Izinkan Bunda Menangis”. Buku ini berisi tiga cerpen fiksi dan dua cerpen kisah nyata yang ditulis dengan penuh karakter. Emosi yang dimiliki setiap tokohnya begitu nyata terasa. Cerpen-cerpen yang ada di dalamnya bahkan ada yang sudah pernah dibukukan dan akan dibukukan.

Izinkan Bunda Menangis
PDF 1MB
Jika link rusak silakan lapor melalui halaman Contact Form.